Realitas Kembar dan Jalur Konflik

Tag

Dalam ranah (geo) politik, muncul istilah “Realitas Kembar” yakni geopolitik dan geoekonomi. Singkat kata, bicara geopolitik ujungnya geoekonomi, demikian pula membahas geoekonomi mutlak harus bermula dari geopolitik. Sekali lagi, itulah maksud terminologi realitas kembar dalam dunia politik global, meski antara keduanya ada (geo) strategi sebagai “jembatan”-nya. Baca lebih lanjut

Tuan Tanah yang Tidak Berpijak Pada Tanahnya Sendiri

Tag

,

Agaknya segelintir elit di negeri ini abai terhadap pesan leluhur, lalu “membajak” kedaulatan negeri ini. Diawali oleh UU No 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) diteken di era orde baru, para elit seperti membuka kotak pandora bangsa ini. Terlebih lagi pada era reformasi, pondasi negeri (UUD 1945) diamandemen 4 X sehingga melahirkan 100-an UU pro asing (+ acong) serta anasionalis. Inilah Absentee of Lord. “Tuan tanah yang tidak berpijak pada tanahnya sendiri.” Baca lebih lanjut

Skema “OBOR”-nya Cina Melintas Indonesia

Tag

Inilah skema One Belt One Road (OBOR) Xi Jinping yang tengah digelar dan dijalankan. Inilah jalur energy security Cina masa kini bahkan mungkin “jalur kehidupan” masa depan mereka.
.
Merujuk hal tersebut, ketika kita membahas Natuna dan perairan di sekitarnya, jelas bahwa Natuna merupakan “target pasti” politik luar negeri Cina kini dan ke depan.
.
“Pertanyaannya, bagaimana sikap bangsa kita menghadapi skema OBOR tersebut, mengingat saat ini saja pemerintah justru bak menggelar karpet merah ketika Cina memainkan strategi Kuda Troya via Turnkey Project Management dan melalui kebijakan bebas visa di Bumi Pertiwi. Kita sadarikah hal ini?”

SKEMA OBOR-NYA CINA MELINTAS INDONESIA

Mimpi Buruk Sang Pujangga

Jalan terbaik untuk memutus mimpi buruk adalah bangun dari tidur. Itulah logika sederhana dari kelaziman hidup yang dilupakan. Dan agaknya, “mimpi buruk” bangsa ini bermula ketika UU NO 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) diteken. Inilah titik awal asing boleh memiliki saham 49% di Indonesia sedang dibanding sebelumnya –era Bung Karno– kepemilikan asing cuma 5% saja. Baca lebih lanjut

Renungan Jelang Sahur

Negeri dan bangsa ini, jika masih ingin meraih kejayaan sebagaimana keemasan leluhurnya dulu, maka butuh rekontruksi total. Kenapa? Karena SISTEM yang terlanjur terbangun justru menggiring kekayaan negara ini ke luar, hanya dinikmati segelintir orang. Ini yang kini tengah berlangsung masiv namun mayoritas bangsa ini tak menyadari karena digaduhkan/dialihkan oleh isu-isu kulit, atributif, dll di tataran hilir. Baca lebih lanjut

Ngaji Hakiki Tentang Trust

Dalam hidup dan kehidupan ini, yang dibutuhkan dan harus direbut oleh siapapun orang, institusi, produk, dll adalah aspek trust (kepercayaan). Itu mutlak. Ia menjadi faktor utama di setiap sektor. Entah ekonomi, politik, sosial budaya, dsb. Bagaimana jadinya bila sebuah institusi sudah tak dipercaya oleh publik; bagaimana jika si suami tak lagi dipercaya oleh anak dan istrinya? Baca lebih lanjut

Hilirisasi Masalah dan Persoalan

Tahukah kamu tentang “Hilirisasi Persoalan”? Itulah potret dinamika politik di republik tercinta ini. Ibarat politik glamour, terlihat mewah dan dinamis di atas permukaan, namun sejatinya hanya atributif, derivatif, dll. Tampak gaduh luar biasa tapi tidak menyentuh hal substantif justru menjauh dari Kepentingan Nasional RI. Inilah hilirisasi masalah-masalah bangsa. Baca lebih lanjut

Persenyawaan Hegemoni dan Skenario Kavling-kavling Geoekonomi

Menurut hemat saya, hiruk-pikuk politik di Bumi Pertiwi sekarang ini bukanlah tentang perebutan hegemoni antara Barat VS Timur dimana seolah-olah negeri ini sebagai proxy (medan tempur)-nya, tetapi dinamika politik justru lebih mengarah kepada “persenyawaan hegemoni” antara keduanya. Barat ingin ini, Timur mau yang itu. “Cincai-cincai” berlangsung pada tataran top level management secara senyap. Mungkin itulah inti skema kolonialisme super baru di republik tercinta ini. Baca lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya